<span;><span;>BONE<span;> — Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ditunjukkan Babinsa bersama warga saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Labalu, Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026) malam.
<span;>Kebakaran yang terlihat sekitar pukul 18.30 WITA tersebut terjadi di kawasan pegunungan yang berbatasan dengan Desa Cinnong dan Desa Lampoko. Kobaran api memicu kekhawatiran warga, terutama masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Labalu serta warga yang memiliki lokasi peternakan di sekitar kawasan tersebut.
<span;>Menyadari potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, seorang personel Babinsa bersama sekitar 90 warga turun langsung membantu proses pemadaman. Mereka berupaya mengendalikan kobaran api secara manual untuk mencegah kebakaran meluas ke permukiman dan area peternakan.
<span;>Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 19.15 WITA. Namun, kondisi medan pegunungan yang sulit dijangkau membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat mendekati titik api. Upaya pemadaman pun dilanjutkan secara manual oleh Babinsa bersama masyarakat dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, termasuk dukungan tangki air pertanian.
<span;>Di tengah keterbatasan akses dan peralatan, keterlibatan Babinsa bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan kebakaran tersebut. Kebersamaan ini mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan kebakaran.
<span;>Berdasarkan laporan sementara, luas lahan pegunungan yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih lima hektare. Hingga pukul 21.05 WITA, proses pemadaman masih berlangsung untuk mengantisipasi kemungkinan api merambat ke permukiman di kaki bukit maupun lokasi peternakan warga.
<span;>Meski kebakaran menimbulkan kekhawatiran, laporan sementara menyebutkan belum terdapat kerugian material maupun korban personel yang dilaporkan.
<span;>Kehadiran Babinsa dalam upaya pemadaman tersebut turut memberikan rasa aman bagi masyarakat. Warga berharap kobaran api dapat segera dikendalikan sehingga ancaman terhadap tempat tinggal, aktivitas sehari-hari, dan sumber penghidupan mereka dapat dihindari.
<span;>Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian bersama terhadap lingkungan, terutama di kawasan hutan dan pegunungan yang berdekatan dengan permukiman. Sinergi antara aparat kewilayahan, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi situasi darurat serta melindungi keselamatan warga.



















